Kapuas7.Net, Sintang, Kalbar – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi terbuka atau open bidding untuk 15 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang dipastikan berjalan profesional.
Pernyataan tersebut disampaikan Kartiyus saat membuka secara resmi tahapan seleksi penulisan makalah bagi 62 peserta yang berlangsung di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sintang, Jumat, 17 April 2026.
Sebagai sosok yang memiliki rekam jejak panjang di birokrasi, termasuk pernah menjabat sebagai Kepala Bappeda Sintang, Kartiyus menjamin bahwa hasil seleksi ini murni merupakan buah dari kerja keras dan kapasitas masing-masing peserta tanpa adanya intervensi.
“Bahkan, saya tidak ikut mewawancarai dan memberikan penilaian untuk dua jabatan yang dilamar oleh adik kandung saya yakni Lili Suryani. Dari lima anggota panitia seleksi, nanti hanya empat orang yang akan ikut memberikan nilai,” tegas Kartiyus guna menjamin integritas proses tersebut.
Kartiyus menjelaskan bahwa langkah pengunduran dirinya dari tim penilai untuk jabatan tertentu dilakukan semata-mata untuk memberikan jaminan kepada publik bahwa proses lelang jabatan ini berjalan sesuai aturan dan etika birokrasi.
Mengenai substansi ujian, ia mengungkapkan bahwa setiap peserta diberikan tema makalah yang berfokus pada upaya mewujudkan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Sintang melalui inovasi yang konkret.
“Kami di Pansel akan melakukan seleksi berdasarkan inovasi yang peserta tawarkan untuk menyelesaikan masalah yang ada di OPD atau jabatan yang dilamar. Jangan sampai inovasi tersebut ternyata tidak mampu menyelesaikan masalah,” jelas Kartiyus.
Pansel nantinya akan menjaring tiga besar untuk setiap posisi jabatan, yang kemudian nama-nama tersebut akan diserahkan kepada pimpinan daerah untuk diputuskan secara definitif.
“Pimpinan boleh memilih nomor urut satu, dua, atau tiga, karena mereka yang masuk tiga besar dianggap sudah layak. Tugas kami selaku Panitia Seleksi hanya sampai pada penentuan tiga besar tersebut,” tambahnya.
Guna menjaga semangat para peserta, Kartiyus memaparkan kebijakan Pansel yang hanya akan mengumumkan nilai sebanyak dua kali, yakni pada tahap penilaian rekam jejak dan nilai akhir secara keseluruhan.
Hal ini dilakukan agar peserta yang meraih nilai rendah pada salah satu tahap tidak merasa patah arang dan tetap termotivasi untuk mengikuti seluruh rangkaian seleksi hingga tuntas.
Terkait tahap asesmen, Kartiyus mengingatkan para peserta untuk mempersiapkan diri secara matang karena melibatkan tim ahli dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung yang memiliki standar psikologi yang ketat.
“Hati-hati saat mengikuti asesment, itu banyak unsur psikologinya. Silakan mempersiapkan diri dengan baik, bersaing dengan sehat, dan tunjukkan kemampuan terbaik kalian,” pesan Kartiyus menutup arahannya.***








