Kapuas7.Net, Sintang, Kalbar — Pemerintah Kabupaten Sintang masih menghadapi kendala serius dalam penanganan Jembatan Ketungau II di Kecamatan Ketungau Tengah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Proyek infrastruktur tersebut hingga kini belum dapat difungsikan secara optimal meskipun secara fisik telah lama dibangun.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang, Mursalin, menyebut kondisi jembatan tersebut tergolong kompleks karena menyisakan persoalan teknis yang memerlukan penanganan lanjutan.

“Jembatan Ketungau ini cukup dilematis. Secara fisik sudah lama dibangun, tetapi masih ada sejumlah kendala teknis yang harus diselesaikan sebelum dapat digunakan,” ujar Mursalin.

Kajian teknis yang dilakukan oleh Universitas Tanjungpura menunjukkan adanya kebutuhan perbaikan pada beberapa bagian struktur.

Rekomendasi tersebut menjadi dasar bahwa jembatan belum memenuhi standar kelayakan operasional tanpa intervensi tambahan.

Di sisi lain, keterbatasan fiskal menjadi hambatan utama. Pemerintah daerah sempat mengalokasikan anggaran untuk penanganan lanjutan, namun rencana tersebut tertunda akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD).

“Anggaran sebenarnya sudah pernah disiapkan, tetapi terdampak pemotongan TKD sehingga tidak bisa direalisasikan,” jelas Mursalin.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kabupaten Sintang kini mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat melalui koordinasi dengan balai teknis terkait.

Opsi ini dipilih mengingat kebutuhan anggaran yang cukup besar di luar kemampuan keuangan daerah.

Secara teknis, permasalahan tidak hanya pada struktur utama, tetapi juga pada bagian oprit atau jalan pendekat.

Area tersebut memerlukan penguatan melalui pekerjaan pasangan batu di sisi kiri dan kanan agar dapat berfungsi sebagai akses yang aman.

Halaman:

Halaman:
1 2