Kapuas7.Net, Pontianak, Kalbar — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Barat pada periode 24 hingga 30 April 2026.
Dalam rilis resminya, BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah. Selain itu, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga diprediksi meningkat, terutama pada 25 hingga 26 April 2026.
Sebaran Hotspot Meningkat, Sintang Tertinggi
BMKG mencatat adanya 18 titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan satelit pada 23 April 2026.
Sebaran hotspot tersebut meliputi wilayah Sintang sebanyak 5 titik, Sambas 4 titik, Sanggau 3 titik, serta Bengkayang 2 titik.
Sementara itu, wilayah Mempawah, Sekadau, Melawi, dan Singkawang masing-masing terdeteksi 1 titik panas.
Seluruh hotspot berada pada kategori kepercayaan menengah, yang mengindikasikan adanya aktivitas pembakaran lahan.
Hujan Ringan hingga Sedang Dominasi Wilayah
Berdasarkan data curah hujan 24 jam terakhir, sebagian besar wilayah Kalimantan Barat mengalami hujan ringan hingga sedang.
Hujan ringan tercatat di wilayah Pontianak, Kubu Raya, Ketapang, hingga Kapuas Hulu.
Sementara hujan dengan intensitas sedang terjadi di wilayah Mempawah, Landak, Ketapang, dan Kubu Raya. Dalam periode ini, BMKG tidak mencatat adanya hujan lebat maupun ekstrem.
Awan Konvektif Picu Hujan dan Petir
Analisis citra satelit menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif di sejumlah wilayah seperti Kayong Utara, Kubu Raya, dan Sintang.
Awan tersebut berpotensi berkembang menjadi Cumulonimbus yang dapat memicu hujan disertai petir dan angin kencang dalam durasi singkat.
Halaman:








