Kapuas7.Net, Pontianak, Kalbar — BMKG Kalimantan Barat merilis pembaruan analisis cuaca untuk periode 23 hingga 29 April 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam laporan terbaru, masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan intensitas sedang di sejumlah wilayah serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tanggal tertentu.

Berdasarkan data pemantauan hingga Kamis (23/4/2026) pukul 07.00 WIB, kondisi cuaca di Kalimantan Barat masih didominasi hujan ringan hingga sedang.

Namun, pada beberapa wilayah, intensitas hujan berpotensi meningkat menjadi lebat hingga ekstrem.

Sebaran Hotspot Masih Terpantau

BMKG mencatat terdapat lima titik panas (hotspot) yang terdeteksi pada 22 April 2026.

Sebaran hotspot tersebut berada di wilayah Sambas, Mempawah, Bengkayang, dan Kota Singkawang.

Meski demikian, tingkat kepercayaan hotspot masih berada pada kategori rendah hingga menengah.

Pemantauan dilakukan melalui satelit NOAA20, SNPP, TERRA, dan AQUA, meskipun area tertutup awan masih menjadi kendala dalam deteksi optimal.

Hujan Lebat hingga Ekstrem Terjadi di Sejumlah Wilayah

Dalam 24 jam terakhir, curah hujan di Kalbar menunjukkan variasi signifikan.

Sejumlah daerah seperti Kubu Raya, Sanggau, dan Sintang tercatat mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem.

Analisis citra satelit Himawari-9 juga menunjukkan pertumbuhan awan konvektif yang signifikan, khususnya di wilayah Kayong Utara.

Kondisi ini berpotensi memicu terbentuknya awan Cumulonimbus yang dapat menyebabkan hujan lebat disertai petir.

Halaman:

Halaman:
1 2