Selain itu, ditemukan kebutuhan perbaikan lanjutan yang lebih kompleks, seperti pembenahan abutment, pembangunan ulang segmen tertentu, penyesuaian pilar tengah yang belum simetris, hingga koreksi pada struktur pelat lantai jembatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Total kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan tersebut diperkirakan mencapai Rp32 miliar. Nilai tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan penyelesaian proyek.

“Jika seluruh rekomendasi teknis dijalankan, kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp32 miliar. Ini yang menjadi kendala utama saat ini,” tegas Mursalin.

Pemerintah daerah berharap intervensi dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi agar Jembatan Ketungau II dapat difungsikan.

Kehadiran jembatan ini dinilai penting dalam membuka akses konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Ketungau Tengah dan sekitarnya.***

Halaman:
1 2