Kapuas7.Net, Sintang, Kalbar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kenaikan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kondisi ini dipicu oleh tren penurunan intensitas curah hujan yang mulai terjadi di sejumlah kabupaten.

Merespons peringatan tersebut, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sintang, Yudius, mengatakan penguatan kesiapsiagaan di seluruh jajaran.

Penekanan utama diberikan pada pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen pemangku kepentingan.

Langkah mitigasi bahaya karhutla di Kabupaten Sintang kini difokuskan pada penguatan koordinasi lintas sektoral.

Damkarmat Sintang terus menjalin sinergi dengan BPBD, jajaran Kepolisian, TNI, serta instansi terkait lainnya hingga menjangkau tingkat kecamatan dan desa.

Yudius memandang bahwa tantangan besar dalam penanganan karhutla tidak mungkin hanya bertumpu pada satu instansi saja.

Diperlukan kerja sama yang solid antara jajaran pemerintah dan masyarakat di tingkat akar rumput untuk menciptakan sistem pertahanan yang efektif.

Sekretaris Damkarmat Sintang tersebut menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga perangkat desa adalah kunci utama dalam memastikan deteksi dini.

Kecepatan informasi dinilai sangat krusial agar titik api tidak meluas dan sulit dikendalikan.

“Karhutla ini bukan hanya tugas pemerintah. Semua pihak, dari tingkat provinsi hingga desa, harus terlibat dalam upaya pencegahan,” ujar Yudius saat memberikan keterangan resmi di ruang kerjanya pada Selasa, 21 April 2026.

Menjelang masuknya siklus musim kemarau, Damkarmat Sintang memberikan perhatian khusus kepada para peladang.

Halaman:

Halaman:
1 2 3