Kapuas7.Net, Sintang, Kalbar— Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sintang terus mengevaluasi kesiapan armada dalam menghadapi tingginya kasus kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat dengan akses gang sempit.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sekretaris Damkarmat Kabupaten Sintang, Yudius, mengakui kondisi geografis permukiman menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman di lapangan.

Akses jalan yang sempit membuat mobil pemadam berukuran besar sulit menjangkau titik kebakaran.

“Kendaraan besar memang mengalami kesulitan masuk ke gang-gang sempit. Rata-rata lebar gang hanya sekitar 3 sampai 4 meter,” ujar Yudius saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026).

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Damkar Sintang menerapkan strategi alternatif dengan mengerahkan kendaraan berukuran kecil serta unit roda tiga yang lebih fleksibel menjangkau lokasi kejadian.

“Solusinya kita gunakan kendaraan kecil seperti Tosa untuk memudahkan, masuk ke gang sempit dan pemukiman padat. Ini cukup membantu untuk menjangkau titik yang tidak bisa dilalui mobil besar,” jelasnya.

Selain penguatan armada, Damkar Sintang juga mengandalkan kolaborasi lintas pihak dalam penanganan kebakaran. Peran Busera dinilai sangat signifikan dalam membantu percepatan respons di lapangan.

“Busera sangat responsif dan membantu pemerintah. Penanganan kebakaran bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga melibatkan masyarakat dan pihak lain,” tegas Yudius.

Koordinasi juga dilakukan bersama kepolisian serta berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan efektif dan terintegrasi.

Halaman:
1 2