Kapuas7.Net, Pontianak, Kalbar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat merilis pembaruan kondisi cuaca sekaligus pantauan titik panas (hotspot) di wilayah Kalbar per Selasa, 21 April 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Data hasil pemantauan satelit pada 20 April 2026 menunjukkan adanya 51 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah.

Sebaran tersebut didominasi kawasan pesisir utara, khususnya Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang yang masing-masing mencatat 23 titik panas.

Selain itu, hotspot juga terdeteksi di Kabupaten Mempawah dan Bengkayang masing-masing sebanyak 2 titik, serta Kabupaten Ketapang sebanyak 1 titik.

Meski jumlahnya cukup signifikan, BMKG menyebut tingkat kepercayaan titik panas tersebut masih berada pada kategori rendah hingga menengah.

Pemantauan dilakukan melalui berbagai satelit cuaca seperti NOAA20, SNPP, TERRA, dan AQUA untuk memastikan akurasi data sebagai langkah awal mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hujan Masih Dominasi Wilayah

Dalam 24 jam terakhir, sebagian besar wilayah Kalimantan Barat masih diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Wilayah Sintang, Sanggau, dan Landak tercatat mengalami hujan ringan, sementara Kubu Raya dan Kapuas Hulu mengalami hujan dengan intensitas sedang.

Berdasarkan analisis citra satelit pada pagi hari 21 April 2026, pertumbuhan awan konvektif terpantau tidak signifikan di sebagian besar wilayah.

Kondisi langit relatif cerah hingga berawan, terutama di Kapuas Hulu, Melawi, dan Ketapang, meskipun potensi hujan lokal masih tetap ada.

Jarak Pandang dan Pergerakan Angin

BMKG mencatat jarak pandang di sembilan titik pengamatan utama masih dalam kondisi aman, yakni di atas 1.000 meter.

Namun, penurunan visibilitas sempat terjadi di wilayah Melawi dan Kapuas Hulu dengan jarak pandang berkisar antara 1 hingga 5 kilometer.

Halaman:

Halaman:
1 2