Kapuas7.Net, Pontianak, Kalbar – Industri ekonomi kreatif dan kerajinan berbasis kearifan lokal di Provinsi Kalimantan Barat bersiap melakukan lompatan besar untuk menembus pasar nasional hingga internasional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Langkah taktis ini diambil guna merespons dua tantangan klasik yang selama ini dinilai masih menjegal produk lokal di pasaran, yaitu lemahnya strategi promosi dan visual kemasan yang kurang memikat mata pembeli.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kini tengah menyelaraskan peta jalan (roadmap) pembinaan industri kreatif ini untuk periode 2025–2029.

Pembenahan total akan diarahkan pada penguatan kapasitas perajin di tingkat tapak agar mampu menghasilkan produk yang mandiri dan memiliki daya saing tinggi.

Ada empat pilar utama yang menjadi target intervensi jangka pendek dalam pembenahan ekosistem kerajinan di bumi Khatulistiwa ini.

Pilar tersebut meliputi akurasi pendataan perajin, peningkatan kualitas pengemasan (packaging), perluasan akses pasar melalui optimalisasi galeri daerah, serta promosi berbasis ekosistem digital.

Sasar Perbaikan Kemasan dan Ketegasan Sentra Produk Lokal

Selama ini, banyak produk kriya maupun wastra khas daerah di Kalbar yang memiliki nilai filosofis dan kualitas material yang sangat tinggi, namun kalah bersaing di pasar modern karena kemasan yang ala kadar.

Pembenahan pada sektor pengemasan dipercaya akan langsung mendongkrak nilai ekonomi produk secara signifikan di mata konsumen luas.

“Kita harus menjadi wadah pembinaan, promosi, dan inovasi bagi para pelaku usaha kerajinan. Mari kita bangun sinergi dan satukan komitmen untuk menghasilkan program kerja yang nyata, terarah, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Ketua Dekranasda Kalbar memberikan penegasan mengenai arah kebijakan baru ini. Seperti dikutip dari kalbarprov.go.id.

Halaman:
1 2