Menyikapi kondisi kegawatdaruratan tersebut, DLH Sintang bergerak cepat mencari solusi taktis.
Keterbatasan anggaran daerah disiasati dengan menjalin kolaborasi bersama sektor swasta dan BUMN, termasuk menggandeng pihak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk membantu perbaikan akses.
Rencana perbaikan jangka pendek akan difokuskan pada penimbunan batu serta pengerasan material jalan agar lebih stabil saat dilalui truk bermuatan berat.
Langkah ini dinilai paling efektif untuk menjamin aktivitas pengangkutan sampah tetap berjalan tanpa hambatan teknis yang berarti.
Siti menegaskan bahwa pembenahan akses jalan masuk merupakan harga mati agar pelayanan publik dalam sektor kebersihan tidak terganggu.
Selain itu, jalan yang mantap diharapkan dapat memperpanjang usia pakai armada sampah yang sebagian besar kondisinya sudah mulai menua.
Dengan upaya kolaboratif ini, DLH Sintang optimistis pengelolaan sampah di wilayah perkotaan maupun pinggiran tetap berjalan efektif.
Sinergi ini menjadi tumpuan utama sembari menunggu realisasi fisik pembangunan TPA baru di Jerora yang lebih modern di masa mendatang.***








