Kapuas7.Net, Sintang, Kalbar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio melaporkan kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Barat pada Minggu, 19 April 2026, masih didominasi oleh hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Berdasarkan analisis cuaca terbaru, hujan dengan intensitas ringan terpantau terjadi hampir merata di seluruh wilayah Kalimantan Barat dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang dilaporkan terjadi di sejumlah daerah strategis meliputi Kabupaten Sambas, Bengkayang, Mempawah, Kubu Raya, Kayong Utara, Ketapang, serta Kota Singkawang.
Laporan khusus dari wilayah Kabupaten Kayong Utara bahkan menunjukkan terjadinya hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur sebagian wilayah tersebut selama periode pemantauan satu hari terakhir.
Di balik kondisi hujan yang cukup merata, satelit pengamat BMKG justru mencatat adanya 68 titik panas atau hotspot yang terdeteksi di seluruh daratan Kalimantan Barat pada pemantauan 18 April 2026.
Konsentrasi titik panas tertinggi ditemukan di Kota Singkawang dengan jumlah mencapai 39 titik, yang kemudian disusul oleh Kabupaten Sambas dengan deteksi sebanyak 19 titik panas.
Sejumlah wilayah lain seperti Kabupaten Sanggau, Ketapang, Sintang, dan Sekadau juga terpantau memiliki titik panas namun dalam jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan dua wilayah utama tersebut.
BMKG menjelaskan bahwa munculnya hotspot ini merupakan indikator awal adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun tidak seluruh titik tersebut merujuk pada kejadian kebakaran secara langsung.
Terkait prakiraan ke depan, BMKG memprediksi potensi hujan masih akan terus berlanjut di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat untuk periode satu pekan, terhitung sejak 19 hingga 25 April 2026.
Citra satelit saat ini menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif yang cukup masif di atas wilayah Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu yang dapat memicu hujan disertai petir serta angin kencang.
Mengenai potensi ancaman karhutla, BMKG menyebutkan bahwa kondisi saat ini masih tergolong dalam kategori relatif aman berkat curah hujan yang masih konsisten turun di beberapa daerah.
Namun demikian, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan pada periode 24 hingga 25 April 2026, karena sebagian wilayah diprediksi akan masuk dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
Halaman:








