Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kondisi akses vital masyarakat di luar perkotaan tersebut masih banyak yang mengalami tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari kategori rusak ringan hingga rusak berat.

“Sementara untuk jalan yang menghubungkan ke kecamatan dan desa, kondisinya masih banyak yang rusak, baik rusak ringan maupun rusak berat, bahkan sebagian masih berupa jalan tanah,” jelas Mursalin secara mendalam.

Kondisi lapangan ini menjadi tantangan teknis sekaligus beban anggaran yang signifikan bagi pemerintah daerah, terutama dalam misi membuka keterisolasian wilayah terpencil.

Terlebih lagi, akses darat merupakan urat nadi utama bagi pergerakan ekonomi dan layanan sosial bagi masyarakat di pelosok Sintang.

Mursalin menegaskan bahwa percepatan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Sintang tidak bisa hanya mengandalkan Dinas PU semata.

Dibutuhkan kerja sama kolektif dan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong pemulihan akses transportasi publik secara merata.

Peningkatan konektivitas antarwilayah diharapkan mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sintang, perbaikan jalan tetap akan menjadi prioritas pembangunan jangka panjang demi menjamin kesejahteraan dan kemudahan mobilitas warga.

“Ke depan, ini menjadi PR kita bersama agar konektivitas antarwilayah bisa lebih baik,” pungkas Mursalin menutup keterangannya.***

Halaman:
1 2