Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Setiap minggu biasanya ada kegiatan seperti kursus komputer, belajar menari, dan bahasa Inggris. Ini bagian dari upaya menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat,” ungkapnya.

DPK Sintang menilai pendekatan inklusi sosial ini menjadi langkah penting agar perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan masyarakat.

Melalui kombinasi koleksi yang relevan, layanan jemput bola, dan program pengembangan keterampilan, DPK Sintang optimistis minat baca dan kualitas sumber daya manusia di daerah terus meningkat.***

Halaman:
1 2