Kapuas7.Net, Sintang, Kalbar – Persoalan sampah di sebuah kota seringkali menjadi cermin budaya masyarakatnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di Kabupaten Sintang, upaya untuk mengubah wajah kota menjadi lebih bersih kini mulai menunjukkan titik terang.

Tak sekadar mengandalkan armada pengangkut, Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kini tengah menitikberatkan pada aspek paling fundamental: partisipasi aktif warga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, secara terbuka menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang telah berkontribusi membenahi masalah sampah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan warga adalah kunci utama yang tidak bisa ditawar.

“Terima kasih kepada seluruh warga Sintang yang sudah membantu kami dalam membenahi masalah sampah,” ungkap Siti Musrikah dengan nada haru.

Sebagai Kadis DLH Sintang Ia menyadari sepenuhnya bahwa tanpa dukungan masyarakat, secanggih apa pun sistem yang dibuat pemerintah tidak akan berjalan optimal.

Selama ini, DLH Sintang telah bekerja keras menyediakan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang lebih bersih dan tertata.

Namun, aspek fisik saja tidak cukup. Ada aturan main yang harus ditaati bersama, yakni disiplin waktu pembuangan sampah yang ditetapkan mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIB.

Menariknya, selama 20 hari terakhir, DLH melakukan langkah jemput bola dengan menempatkan petugas langsung di titik-titik TPS. Bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi secara humanis kepada warga yang melintas. Hasilnya? Kesadaran mulai tumbuh.

Kini, memasuki babak baru, DLH memutuskan untuk tidak lagi menempatkan petugas jaga di TPS.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kepercayaan bahwa sosialisasi selama hampir tiga minggu tersebut sudah cukup meresap ke sanubari warga.

Halaman:

Halaman:
1 2