Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami sudah berjaga selama kurang lebih dua puluh hari. Artinya masyarakat sudah mengetahui jadwal tersebut,” jelas Siti. Kini bola ada di tangan masyarakat; apakah disiplin itu lahir dari kesadaran sendiri atau hanya karena merasa diawasi?

Tentu saja, kepercayaan ini tetap dibarengi dengan langkah antisipatif.

Untuk menjaga konsistensi warga yang masih membandel, DLH akan menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam melakukan pengawasan serta penegakan Peraturan Daerah (Perda) terkait pengelolaan sampah.

Pada akhirnya, keindahan Kota Sintang tidak ditentukan oleh banyaknya tong sampah, melainkan oleh tangan-tangan warga yang peduli untuk membuang sampah pada tempat dan waktu yang tepat.

Mari kita buktikan bahwa warga Sintang bisa menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali tanpa perlu terus-menerus diawasi.***

Halaman:
1 2