Kapuas7.Net, Sintang, Kalbar – Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan PNF Kemendikdasmen RI, Gogot Suhartoyo, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Sintang guna memantau program revitalisasi satuan pendidikan, Jumat sore, 17 April 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bertempat di Pendopo Bupati Sintang, kunjungan ini bertujuan memastikan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang transformasi pendidikan nasional berjalan efektif di daerah perbatasan.

Dalam keterangannya, Gogot Suhartoyo mengungkapkan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian khusus bagi Sintang melalui peningkatan alokasi bantuan sarana pendidikan secara signifikan pada tahun ini.

“Pada tahun 2025 kita sudah tuntaskan 18 sekolah. Memasuki tahun 2026 ini, kami berkomitmen meningkatkan jumlah sasaran sekolah yang dibantu hingga tiga kali lipat di Sintang,” ujar Gogot Suhartoyo di hadapan awak media.

Dirjen menegaskan bahwa peningkatan ini bertujuan menghadirkan ruang belajar yang layak dan aman hingga ke pelosok desa guna memotivasi peserta didik dalam menuntut ilmu.

Selain fisik, penguatan digitalisasi melalui Papan Interaktif Digital (PID) menjadi fokus utama yang didukung dengan pendampingan bagi 100 guru di SMA Negeri 2 Sintang selama tiga hari berturut-turut.

“Kami tidak ingin guru hanya menerima perangkat teknologi saja. Mereka harus mahir mengoperasikan konten interaktif agar transformasi digital ini benar-benar menjawab tantangan zaman,” tegas Dirjen Kemendikdasmen.

Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menyambut baik komitmen pusat namun tetap memberikan catatan kritis terkait kondisi riil infrastruktur penunjang di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat. Namun, kami juga harus sampaikan tantangan di pedalaman, terutama soal keterbatasan listrik dan akses internet yang belum merata,” ungkap Bupati Bala.

Menanggapi hal tersebut, Gogot Suhartoyo memastikan pihaknya akan segera melakukan koordinasi lintas kementerian untuk mencari solusi teknis agar bantuan teknologi tersebut tidak terkendala energi.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan bantuan teknologi ini dapat berfungsi optimal dan dirasakan manfaatnya oleh siswa di daerah terpencil sekalipun,” tambah Gogot.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi momentum kuat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sintang melalui kolaborasi yang lebih solid antara pusat dan daerah.***