Kapuas7.Net, Sintang, Kalbar — Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Sintang, Martin Nandung, menegaskan bahwa ketersediaan air dan pemahaman pola cuaca menjadi faktor kunci dalam menjaga keberhasilan sektor pertanian, terutama di tengah ancaman musim kemarau yang semakin tidak menentu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Martin Nandung menjelaskan, keberadaan irigasi teknis memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas produksi pertanian.

Menurutnya, lahan sawah yang memiliki akses air memadai cenderung lebih tahan terhadap dampak kemarau dibandingkan lahan yang sepenuhnya bergantung pada curah hujan.

“Irigasi teknis dengan ketersediaan air yang cukup sangat membantu petani. Dampak kemarau tetap ada, tetapi tidak terlalu signifikan karena kebutuhan air masih bisa terpenuhi,” ujar Martin Nandung saat diwawancarai oleh awak media ini Rabu (31/03/2026).

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tidak semua wilayah di Kabupaten Sintang memiliki akses sumber air yang memadai.

Untuk itu, petani di daerah tadah hujan diminta lebih cermat dalam menentukan waktu tanam dengan mempertimbangkan kondisi iklim.

“Kalau tidak ada sumber air yang cukup, petani harus memperhatikan iklim. Jangan menanam saat puncak kemarau. Biasanya mulai tanam di akhir Oktober saat hujan mulai turun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Martin Nandung menekankan bahwa faktor cuaca kini menjadi variabel yang sangat menentukan dalam praktik pertanian modern.

Martin Nandung menilai, ketersediaan pupuk dan sarana produksi tidak akan optimal tanpa didukung kondisi cuaca yang sesuai.

Di sini dibutuhkan pemahaman para petani terhadap mitigasi cuaca ekstrem dan tidak menentu seperti saat ini.

“Pupuk cukup saja tidak menjamin hasil panen bagus kalau cuaca tidak mendukung. Bisa saja terjadi kekeringan atau hujan tidak merata,” katanya.

Dalam upaya meningkatkan pemahaman petani terhadap kondisi iklim, Distanbun Sintang sebelumnya telah memanfaatkan program Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang difasilitasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika(BMKG).

Halaman:

Halaman:
1 2