Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program tersebut dinilai efektif dalam membantu petani memahami pola cuaca dan menentukan strategi tanam yang tepat.

β€œProgram SLI sangat membantu petani memahami iklim. Kami hanya menyiapkan tempat dan petaninya, sementara programnya dari BMKG,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pelaksanaan program tersebut masih bergantung pada dukungan pendanaan dari pemerintah pusat, sehingga untuk saat ini belum kembali dilaksanakan.

Kendati demikian, Distanbun memastikan bahwa edukasi kepada petani tetap berjalan melalui penyuluh lapangan.

Sosialisasi terkait pola tanam berbasis cuaca terus dilakukan agar petani mampu beradaptasi dengan perubahan iklim yang semakin dinamis.

Martin Nandung berharap, kesadaran petani terhadap pentingnya faktor cuaca dan pengelolaan air terus meningkat, sehingga risiko gagal panen dapat ditekan dan produktivitas pertanian di Kabupaten Sintang tetap terjaga.***

Halaman:
1 2