Kapuas7.Net, Jakarta – Indonesia berencana mengakuisisi 42 unit Jet tempur J-10 bekas dari China dan berpotensi melanjutkan pengadaan jet tempur Su-35 Rusia.
Langkah ini menandai pergeseran dramatis dalam strategi modernisasi angkatan udara negara tersebut, menurut sumber-sumber yang relevan.
J-10B dengan PL-10 dan PL-12
Alert5, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
Pengumuman resmi terkait kedua kesepakatan tersebut diperkirakan akan disampaikan selama ajang Indo Defence Expo & Forum, yang dijadwalkan berlangsung pada 11-14 Juni.
Demikian disampaikan oleh sumber-sumber yang mengetahui masalah ini.
Potensi pengadaan ini merepresentasikan perubahan signifikan dari fokus Indonesia sebelumnya pada alternatif Barat, dan terjadi di tengah upaya penyesuaian strategis negara tersebut yang lebih luas ke arah China.
Perkembangan ini muncul saat Indonesia memposisikan diri sebagai penengah kekuatan regional, seraya mengelola persaingan geopolitik yang kian intens antara Amerika Serikat dan China, yang telah mendorong beberapa negara di kawasan untuk mengkalibrasi ulang keselarasan strategis dan ekonomi mereka.
Upaya modernisasi pesawat tempur Indonesia telah menempuh jalur yang berliku selama dekade terakhir, merefleksikan tekanan geopolitik kompleks yang dihadapi Jakarta dalam menyeimbangkan hubungan dengan kekuatan-kekuatan besar yang bersaing.
Perjalanan ini dimulai pada September 2015 ketika Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengumumkan rencana untuk mengganti satu skuadron pesawat F-5 Tiger yang menua dengan 16 jet tempur Su-35 Rusia.
Linimasa awal terbukti terlalu optimistis, dengan kontrak yang sebenarnya baru terwujud pada Februari 2018, mencakup 11 pesawat alih-alih 16 unit yang direncanakan semula.
Pengiriman pertama dijadwalkan pada Oktober 2018 untuk berpartisipasi dalam parade militer tahunan Indonesia, meskipun jadwal ini tidak pernah terealisasi.
Pada Desember 2021, Kepala Staf Angkatan Udara Indonesia, Marsekal Fadjar Prasetyo, mengumumkan pembatalan pengadaan Su-35 dalam sebuah pertemuan media di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.








