Sebagai bentuk pembelaan sekaligus untuk memperkuat argumennya mengenai eksistensi gelanggang saingan, Abun tak tanggung-tanggung membeberkan rincian jadwal kegiatan taruhan yang diklaim milik si Apo.
Berdasarkan data jadwal bertajuk “Persahabatan PTS” yang dibeberkan, tertera agenda taruhan besar yang dijadwalkan berlangsung awal November mendatang di arena Kuari Putussibau Utara.
Rincian tersebut memuat berbagai kelas pertandingan dengan taruhan fantastis mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah, melibatkan peserta dari berbagai wilayah seperti Putussibau Utara, Mentebah (Stg), Lanjak, hingga Merakai.
Bahkan, dalam pesan tersebut tercantum seruan terbuka untuk menyaksikan laga dengan kisaran bobot ayam aduan 1,7 kg hingga di atas 2,8 kg di arena Kuari Putussibau.
Rekam Jejak Hitam Apo: Turnamen Akbar Dulu Digerebek Resmob Polda Kalbar, tapi Berhasil Lolos
Sosok berinisial Apo yang kini diseret namanya dalam pusaran persaingan kelang tersebut bukanlah pemain baru dalam dunia perjudian darat di Kalimantan Barat.
Beberapa tahun sebelumnya, Apo tercatat pernah mengelola gelanggang sabung ayam berskala raksasa di Kabupaten Sintang dan sempat menggelar turnamen akbar antar-kabupaten se-Provinsi Kalimantan Barat.
Kendati turnamen megah tersebut sempat mendatangkan massa dalam jumlah besar, langkah kaki Tim Resmob Polda Kalbar kala itu bergerak cepat melakukan penyergapan mendadak ke lokasi.
Namun berkat kelihaian jaringan dan penguasaan medan, sosok Apo berhasil kabur, meloloskan diri dari kepungan aparat, dan hingga kini kembali leluasa membayangi dunia hitam perjudian.
Aparat Penegak Hukum Dituntut Sikat Habis Tanpa Tebang Pilih
Pengakuan, saling bongkar antar-pengurus kelang, hingga rekam jejak buron dari sang pemilik arena semestinya menjadi alarm keras bagi Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bergerak cepat.








