Di sektor kesehatan, para mahasiswa menyuarakan pentingnya penguatan layanan kesehatan bagi ibu, anak, dan bayi, serta pemerataan sebaran tenaga kesehatan (nakes) di seluruh wilayah Sintang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tuntutan terakhir berfokus pada peningkatan fasilitas pendidikan dasar hingga menengah serta peningkatan kesejahteraan guru yang menjadi garda terdepan pencerdasan bangsa.

Sebagai penegasan aksi, Aliansi Mahasiswa menuntut adanya progres nyata atau tindak lanjut dari poin-poin tuntutan tersebut dalam jangka waktu maksimal 60 hari ke depan.

Respons Jujur Bupati Bala Soal Keterbatasan Fiskal Daerah

Merespons tuntutan tersebut, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara elegan, santun, dan intelektual.

“Dengan aksi hari ini, saya bangga dengan kampus yang ada di Sintang ini. Kalian tidak mengangkat tangan, tidak membakar ban, tidak satu batang korek api pun dinyalakan. Itu adalah luar biasa. Hari ini kalian tampil dan hadir dengan sangat terhormat,” puji Bupati Bala di depan para mahasiswa.

Bupati bahkan menegaskan bahwa dirinya tidak akan ragu untuk mempromosikan kualitas mahasiswa lokal tersebut kepada pihak ketiga atau perusahaan swasta agar dapat diserap sebagai tenaga kerja yang layak.

Kendati demikian, secara terbuka dan jujur, Bupati menyatakan ketidaksanggupannya jika harus merealisasikan dan menuntaskan seluruh tuntutan fisik tersebut dalam tenggat waktu 60 hari.

“Saya ingin jujur, tidak mampu melaksanakan tuntutan mahasiswa dalam waktu 60 hari. Saya tidak mau berbohong karena ingin menyenangkan mahasiswa, lalu saya katakan bisa. Memenuhi tuntutan ini perlu perencanaan dan penganggaran sehingga memerlukan proses,” tegas Gregorius H. Bala.

Halaman:
1 2 3