Antrean Panjang dan Bisik-bisik Harga Solar
Kapuas7.Net, Sintang, Kalbar – Di bawah terik siang akhir pekan lalu, antrean kendaraan pengangkut jeriken dan mobil diesel tampak mengular di kawasan Desa Jerora Satu, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Aktivitas di SPBU 64.786.20 terlihat berjalan normal. Mesin pompa tetap berdengung, sementara kendaraan datang dan pergi silih berganti.
Namun di balik rutinitas tersebut, muncul bisik-bisik yang mulai ramai diperbincangkan warga.
Solar subsidi diduga dijual dengan harga mencapai Rp13 ribu per liter, jauh di atas harga resmi yang telah ditetapkan pemerintah.
Isu itu mula-mula mencuat melalui pemberitaan media lokal. Informasi tersebut kemudian menyebar cepat, dari warung kopi hingga grup percakapan whatsapp.
Dugaan adanya permainan harga BBM subsidi pun memantik perhatian publik.
Melansir dari berbagai sumber pada Sabtu siang, 23 Mei 2026, tim media mencoba menelusuri langsung kabar tersebut ke lokasi SPBU yang berada di jalur strategis kawasan Jerora Satu.
Manajer Tak Ada, Pengawas Enggan Menjawab
Setibanya di lokasi, awak media berupaya menemui pihak manajemen SPBU guna meminta klarifikasi terkait dugaan penjualan Solar subsidi di atas harga ketentuan pemerintah.
Namun, seorang karyawan SPBU menyebut manajer sedang tidak berada di tempat.
“Manajernya tidak ada di sini Bang, kalau mau ketemu langsung dengan pengawas saja,” ujar karyawan tersebut.
Arahan itu membawa tim media menuju ruang kantor SPBU. Di ruangan tersebut, seorang pengawas akhirnya ditemui.








