Kapuas7.Net, Pontianak – Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio BMKG Kalimantan Barat mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda sebagian besar wilayah provinsi tersebut dalam sepekan ke depan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan analisis data atmosfer terbaru yang dirilis pada Senin, 11 Mei 2026, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpeluang terjadi mulai 12 hingga 18 Mei 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan bahwa kondisi cuaca di wilayah Bumi Khatulistiwa masih akan didominasi oleh pembentukan awan konvektif akibat tingginya kelembaban udara lokal.

Hasil pantauan citra satelit cuaca menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif signifikan di atas wilayah Mempawah, Pontianak, Kubu Raya, Kayong Utara, Ketapang, Landak, Sanggau, Sintang, Sekadau, Melawi, hingga Kapuas Hulu.

Kumpulan awan konvektif tersebut memiliki potensi kuat untuk berkembang menjadi awan Cumulonimbus, jenis awan yang kerap memicu terjadinya hujan lebat mendadak yang disertai sambaran petir serta tiupan angin kencang.

Melihat prospek cuaca sepekan ke depan, BMKG memproyeksikan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang besar mengguyur hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, terutama pada waktu siang hingga dini hari.

Daerah-daerah yang masuk dalam peta kerawanan potensi hujan lebat ini meliputi Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Pontianak, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Sanggau, Sekadau, dan Sintang.

Meskipun potensi hujan lebat membayangi sepekan ke depan, data akumulasi curah hujan dalam 24 jam terakhir menunjukkan intensitas hujan di Kalbar umumnya masih berada pada kategori ringan hingga sedang.

Curah hujan dengan intensitas sedang berkisar antara 21 hingga 50 milimeter per hari terpantau sempat mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu, sementara wilayah lainnya hanya diguyur hujan ringan.

Di sektor keamanan lingkungan, BMKG juga merilis perkembangan terbaru mengenai sebaran titik panas atau hotspot yang sempat terdeteksi di beberapa wilayah Kalimantan Barat.

Melalui sensor satelit cuaca, terpantau ada tujuh titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah, yang tersebar di Kabupaten Landak sebanyak empat titik, Kabupaten Bengkayang dua titik, dan Kabupaten Kapuas Hulu satu titik.

Secara rinci, sebaran titik panas di Landak berada di Kecamatan Menjalin dan Ngabang, di Bengkayang berada di Kecamatan Ledo dan Teriak, sedangkan di Kapuas Hulu berada di Kecamatan Boyan Tanjung.

Halaman:

Halaman:
1 2