Kapuas7.Net, Pontianak – Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio BMKG Kalimantan Barat merilis analisis dan prospek cuaca terbaru untuk wilayah Kalbar yang menunjukkan potensi hujan masih mendominasi sepekan ke depan.
Berdasarkan rilis resmi per Sabtu, 9 Mei 2026, kondisi cuaca di Kalimantan Barat secara umum masih sangat basah dengan intensitas curah hujan yang bervariasi di berbagai daerah.
Dalam pengamatan 24 jam terakhir, hujan dengan intensitas ringan terpantau terjadi secara merata di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Beberapa daerah seperti Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Sanggau, Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Pontianak, dan Mempawah bahkan diguyur hujan dengan intensitas sedang.
Sementara itu, curah hujan dengan skala lebat hingga sangat lebat dilaporkan melanda sebagian wilayah Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, Sanggau, Melawi, Sintang, dan Kapuas Hulu.
Tingginya potensi hujan ini diperkuat oleh citra satelit cuaca terbaru yang menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif signifikan di atas langit Landak, Sanggau, Sekadau, Ketapang, Melawi, Sintang, dan Kapuas Hulu.
Di sisi lain, pergerakan angin pada ketinggian 3000 kaki untuk hari Minggu, 10 Mei 2026, diprakirakan bertiup dari arah Selatan hingga Barat Daya dengan kecepatan 6 hingga 16 knot.
Adanya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Kalimantan Barat turut memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan secara dinamis dalam beberapa waktu ke depan.
Dengan kondisi atmosfer yang basah tersebut, BMKG memproyeksikan potensi hujan ringan hingga sedang masih akan terjadi hampir merata di Kalbar sepanjang tanggal 10 hingga 16 Mei 2026.
Kabar baiknya, tingginya curah hujan berbanding lurus dengan minimnya sebaran titik panas atau hotspot yang menjadi indikator awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG mencatat hanya ada dua titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah di seluruh Kalimantan Barat, yang mana keduanya terdeteksi berada di wilayah Kabupaten Sambas.
Meski demikian, pihak BMKG tetap memberikan peringatan dini mengenai potensi peningkatan kemudahan karhutla di sebagian wilayah Kalbar yang diprediksi mulai terjadi pada 16 Mei 2026.
Halaman:








