Kapuas7.Net, Sintang, Kalbar — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan rencana strategis pembangunan duplikasi Jembatan Melawi di Kabupaten Sintang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Proyek ini ditujukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang kian meningkat di kawasan perkotaan, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang, Mursalin, menyampaikan bahwa rencana tersebut sudah dibahas bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat.

Salah satu konsekuensi dari pembangunan jembatan duplikat adalah kebutuhan pelebaran Jalan Lintas Melawi.

“Jika jembatan diduplikasi, kapasitas jalan eksisting tidak akan mencukupi. Karena itu, perlu pelebaran di sisi kiri dan kanan,” ujar Mursalin.

Rencana teknis sementara menunjukkan pelebaran jalan akan dilakukan sekitar 4 meter di kedua sisi.

Langkah ini dianggap penting untuk menyesuaikan peningkatan volume kendaraan yang akan melintas setelah jembatan baru beroperasi.

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum masih menyusun studi kelayakan atau feasibility study (FS).

Kajian tersebut akan menentukan skema terbaik, apakah fokus pada duplikasi jembatan yang ada atau membangun jembatan baru di bagian hulu sebagai jalur alternatif pembuka wilayah.

Pemerintah Kabupaten Sintang menyatakan kesiapan mendukung program tersebut, khususnya dalam aspek pembebasan lahan.

Tanggung jawab ini menjadi bagian penting dari percepatan realisasi proyek nasional di daerah.

Inventarisasi awal menunjukkan sebagian besar lahan yang dibutuhkan berada dalam ruang milik jalan, sehingga proses pembebasan dinilai tidak akan menghadapi kendala signifikan.

Dari kawasan jembatan hingga Tugu Simpang Lima, kondisi lahan disebut relatif siap untuk pengembangan.

Selain aspek teknis, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah sosialisasi kepada masyarakat secara bertahap agar rencana pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan sosial.

Proyek duplikasi Jembatan Melawi dan pelebaran Jalan Lintas Melawi diharapkan mampu mengurangi kemacetan, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sintang.

Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan membuka akses wilayah yang lebih luas di masa mendatang.***