Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di sisi lain, Kesbangpol memperkuat koordinasi dengan Komunitas Intelijen Daerah.

Sinergi ini memungkinkan pemetaan potensi konflik dilakukan secara lebih akurat dan komprehensif.

“Fungsi kami adalah memastikan informasi sampai dengan cepat kepada kepala daerah. Dengan begitu, langkah penanganan bisa segera diambil,” ujarnya.

Jika eskalasi konflik meningkat, pemerintah daerah akan mengaktifkan tim terpadu penanganan konflik sosial yang melibatkan bupati, Forkopimda, serta instansi terkait untuk mencari solusi bersama.

Abdul Syufriadi menekankan bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat utama bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Oleh karena itu, deteksi dini dan respons cepat harus terus diperkuat.

“Stabilitas daerah harus dijaga. Pencegahan sejak awal jauh lebih efektif dibanding penanganan setelah konflik terjadi,” pungkasnya.***

Halaman:
1 2