Peserta dibekali pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi yang aman dan tepat, mulai dari cara menghadapi satwa liar hingga upaya pencegahan konflik agar tidak menimbulkan kerugian bagi kedua pihak.
Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, peserta juga aktif menggali solusi atas persoalan yang dihadapi di lapangan. Interaksi ini dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga ekosistem.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap jenis-jenis satwa yang dilindungi serta aturan yang berlaku. Kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan habitat satwa liar juga mulai tumbuh.
Selain itu, sosialisasi ini memperkuat koordinasi antara BKSDA, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam menangani konflik satwa secara terpadu.
Langkah ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam menciptakan harmoni antara aktivitas manusia dan kelestarian satwa liar di Kabupaten Sintang.***








