Kapuas7.Net Laporan Investigasi
Kapuas7.Net, Sekadau, Kalbar – Di tengah antrean panjang kendaraan dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat, muncul dugaan praktik penjualan Pertalite di atas harga resmi di SPBU Rawak, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau.
Dugaan ini mencuat ketika masyarakat kesulitan memperoleh BBM bersubsidi akibat distribusi yang tersendat selama musim kemarau panjang.
Beberapa hari terakhir, antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah SPBU di Kalimantan Barat.
Terbatasnya pasokan membuat masyarakat rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM, sementara di sisi lain muncul dugaan adanya praktik penjualan kepada pengepul dengan harga lebih tinggi.
Informasi yang dihimpun Kapuas7.net menyebutkan Pertalite diduga dijual Rp11.500 per liter kepada para pengantre atau pengepul BBM bersubsidi. BBM tersebut kemudian diduga dijual kembali kepada konsumen dengan harga yang lebih tinggi.
Dugaan Penjualan kepada Pengepul Mencuat
Keterangan tersebut disampaikan seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Warga yang tinggal di sekitar Rawak mengaku menerima informasi mengenai praktik penjualan tersebut dari sejumlah pihak yang berada di lokasi SPBU.
Menurut narasumber, harga Rp11.500 per liter bukan diberlakukan kepada konsumen umum yang mengisi BBM secara langsung, melainkan kepada pengantre atau pengepul yang membeli Pertalite dalam jumlah tertentu untuk diperjualbelikan kembali.
“Informasi yang kami dapat, para pengantre atau pengepul mendapatkan harga Pertalite Rp11.500 per liter,” ujar narasumber kepada awak media baru-baru ini.
Jika informasi tersebut benar, praktik itu berpotensi menyalahi tujuan penyaluran BBM bersubsidi yang semestinya dijual kepada masyarakat sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.








