Kapuas7.Net, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peringatan tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan dan Mitigasi Dampak Kemarau Panjang di wilayah Jawa Barat yang berlangsung di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad).

Rapat koordinasi dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, para kepala daerah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

BMKG Prediksi El Nino Terjadi pada 2026

Dalam paparannya, Faisal menjelaskan Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada 2026.

Prediksi tersebut telah disampaikan BMKG sejak Maret 2026 dan diperkuat oleh rilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada 2 Juni 2026.

“Kami telah menyampaikan sejak bulan Maret bahwa tahun ini akan terjadi fenomena El Nino. Kemudian pada tanggal 2 Juni kemarin, WMO juga telah merilis bahwa El Nino akan terjadi pada tahun 2026,” ujar Faisal.

Menurut BMKG, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomena yang berbeda. Namun, keduanya dapat memengaruhi pola curah hujan di Indonesia.

Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei 2026 menunjukkan indeks ENSO telah mencapai +1,0 yang mengindikasikan kondisi El Nino.

Sementara itu, sekitar 28 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Halaman:
1 2 3 4