TNI AD Diminta Petakan Wilayah Rawan Kekeringan
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta seluruh jajaran TNI AD mulai dari tingkat Kodim hingga Koramil melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Menurutnya, langkah antisipasi harus dilakukan sebelum dampak kemarau dirasakan masyarakat.
“Kalau dulu kita punya data bencana, sekarang kita harus punya data antisipasi kemarau. Daerah mana saja yang selama ini terjadi kekeringan dan juga berdasarkan hasil penjelasan BMKG, daerah mana yang terancam kekeringan. Kira-kira apa yang harus kita lakukan,” kata Maruli.
Kasad menegaskan program penyediaan air bersih melalui pengeboran sumur akan terus dilanjutkan untuk membantu masyarakat menghadapi musim kemarau.
Pemprov Jabar Dorong Percepatan Jaringan Air Bersih
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa musim kemarau merupakan kondisi yang rutin terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat dan sering memunculkan persoalan kekurangan air bersih.
“Kita memasuki bulan Juni yang sudah mulai kemarau. Menurut BMKG, puncaknya terjadi pada Agustus dan sampai September juga masih menjadi periode yang perlu diwaspadai. Pada masa itu ada beberapa wilayah di Jawa Barat yang sudah menjadi langganan mengalami kesulitan air bersih dan kondisi lingkungan yang berdebu,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong percepatan pembangunan jaringan air bersih guna menjamin kebutuhan masyarakat selama musim kemarau berlangsung.
Kolaborasi Penguatan Sistem Peringatan Dini








