Jawa Barat Diprediksi Memasuki Puncak Kemarau pada Agustus

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Khusus untuk Jawa Barat, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah mulai memasuki musim kemarau pada Mei hingga Juni 2026.

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus dan di beberapa daerah berlanjut hingga September.

Curah hujan selama periode tersebut diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah dengan sifat hujan di bawah normal atau lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis.

Faisal menjelaskan karakteristik musim kemarau di Jawa Barat tidak seragam karena setiap wilayah memiliki zona musim yang berbeda.

“Sebagian wilayah seperti pesisir utara Jawa Barat sudah memasuki musim kemarau, sementara wilayah lain seperti Bogor memiliki karakteristik yang berbeda sehingga masih berpotensi mengalami hujan. Karena itu pemantauan perlu dilakukan secara spesifik berdasarkan zona musim,” jelasnya.

BMKG juga memperkirakan durasi musim kemarau tahun ini berlangsung antara tiga hingga tujuh bulan, tergantung karakteristik masing-masing wilayah.

Informasi Iklim Terus Diperbarui untuk Mitigasi Kekeringan

Sebagai upaya mendukung kesiapsiagaan daerah, BMKG akan terus memperbarui informasi iklim, kondisi hari tanpa hujan, hingga potensi kekeringan.

Data tersebut akan disampaikan secara berkala kepada pemerintah daerah sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi dan pengambilan kebijakan.

BMKG menilai informasi cuaca dan iklim yang akurat menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi dampak musim kemarau, terutama untuk menjaga ketersediaan air bersih, ketahanan pangan, dan keberlangsungan sektor pertanian.

Halaman:
1 2 3 4