Kapuas7.Net, Sintang, Kalbar – Pemerintah Kabupaten Sintang mulai mendorong pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi wisata daerah dengan melibatkan para guru melalui pelatihan fotografi dan videografi praktis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Langkah tersebut terlihat dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Tingkat Dasar yang digelar di Aula Hotel Cika, Senin, 18 Mei 2026.

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, dan diikuti para guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Sintang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Sintang Hendrika, Ketua PGRI Kabupaten Sintang Yustinus J, serta sejumlah narasumber bidang fotografi dan videografi.

Dalam sambutannya, Kartiyus menilai para guru memiliki potensi besar menjadi bagian dari promosi wisata daerah melalui konten digital yang dipublikasikan di media sosial.

Menurutnya, promosi wisata tidak lagi bergantung sepenuhnya pada iklan konvensional, tetapi juga dipengaruhi kekuatan konten visual yang menarik dan mudah diakses publik.

“Peserta pelatihan fotografi dan videografi ini ke depan bisa memproduksi dan memposting foto maupun video tentang lokasi wisata Kabupaten Sintang di media sosial,” ujar Kartiyus.

Ia menyebut konten digital seperti video pendek, dokumentasi budaya, hingga aktivitas masyarakat lokal dapat membantu memperkenalkan potensi wisata Sintang kepada masyarakat luas.

Kartiyus juga menilai media sosial kini menjadi ruang promosi yang efektif karena memiliki jangkauan luas dan dapat diakses lintas daerah hingga mancanegara.

“Kalau ada video dan foto menarik, posting dan simpan di media sosial. Kapan-kapan masih bisa kita lihat, daripada hanya disimpan di handphone,” katanya.

Dorong Dokumentasi Budaya dan Wisata Lokal

Selain destinasi wisata alam, Kartiyus berharap para guru juga mendokumentasikan berbagai kegiatan budaya dan tradisi lokal yang dinilai memiliki nilai promosi tinggi.

Menurutnya, dokumentasi digital tidak hanya berfungsi sebagai materi promosi, tetapi juga menjadi arsip sejarah daerah yang dapat diakses generasi mendatang.

Halaman:

Halaman:
1 2