“Momentum tertentu tidak akan terulang, dan itu bisa menjadi catatan sejarah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kartiyus juga menyinggung perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin mudah digunakan dalam proses pembuatan konten digital.
Ia menilai perkembangan AI menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan dan promosi daerah.
“Anak-anak kita sekarang lebih cepat beradaptasi dengan teknologi AI. Membuat konten menarik juga semakin mudah,” katanya.
Kartiyus berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan konten kreatif yang berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisata di Kabupaten Sintang.
“Kalau ibu-ibu guru mengunjungi lokasi wisata lalu membuat foto dan video yang menarik kemudian diposting di media sosial, orang akan melihat dan tertarik datang ke lokasi wisata tersebut,” ucapnya.***








