Kapuas7.Net, Jakarta – Indonesia merupakan salah satu dari 35 negara dengan tingkat potensi risiko bencana tertinggi di dunia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kalimat mukadimah tersebut ditegaskan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto.

Arahan ini disampaikan di hadapan Kepala Pelaksana BPBD se-Indonesia dalam agenda Senior Disaster Management Training (SDMT) di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Data Bank Dunia menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan tingkat risiko bencana tertinggi.

“Indonesia peringkat ketiga sebagai negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia, dan peringkat keempat negara dengan paparan bencana tertinggi di dunia. Di atasnya ada Filipina,” jelas Suharyanto dalam paparannya.

Kepala BNPB mengingatkan bahwa meski Filipina berada di atas Indonesia sebagai langganan angin topan, Indonesia tetap memiliki kerentanan geografi yang sangat tinggi.

Ia mencontohkan Kepulauan Talaud yang sangat dekat dengan Filipina sebagai wilayah yang harus dipahami betul risikonya.

Indonesia kini dijuluki sebagai laboratorium bencana oleh dunia internasional karena keragaman ancaman mulai dari gempa bumi hingga tsunami.

Suharyanto menegaskan predikat tersebut harus menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan di setiap daerah.

Tantangan setiap wilayah di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Ia menyebutkan bahwa meski wilayah Kalimantan cenderung aman dari gempa dan tsunami, ancaman lain tetap mengintai secara rutin setiap tahunnya.

“Hampir tidak ada wilayah di Indonesia yang betul-betul aman. Kalimantan memang cenderung lebih aman dari gempa bumi dan tsunami menurut data. Tapi ingat, di sana karhutla selalu menjadi ancaman setiap tahun,” ungkap Suharyanto.

Halaman:

Halaman:
1 2 3