Kapuas7.Net, Kalimantan Barat – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio memprakirakan sebagian wilayah Kalimantan Barat masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam sepekan ke depan.
Dalam analisis cuaca terbaru yang dirilis pada Selasa, 12 Mei 2026 pukul 07.00 WIB, BMKG menyebut kondisi atmosfer di Kalimantan Barat masih mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama pada periode 12 hingga 18 Mei 2026.
Secara umum, wilayah Kalbar diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang. Namun, beberapa daerah berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Berdasarkan hasil pengamatan citra satelit cuaca pada 12 Mei 2026 pukul 06.10 WIB, BMKG mendeteksi pertumbuhan awan konvektif di sejumlah wilayah seperti Ketapang, Melawi, Sintang, dan Kapuas Hulu.
Kondisi tersebut mengindikasikan potensi terbentuknya awan Cumulonimbus yang identik dengan hujan lebat, kilat, hingga angin kencang dalam durasi singkat.
BMKG Pantau Titik Panas di Kalbar
Selain memantau potensi hujan, BMKG juga mencatat adanya 11 titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan sensor satelit pada 11 Mei 2026.
Titik panas tersebut tersebar di Kabupaten Landak sebanyak delapan titik, Bengkayang dua titik, dan Kapuas Hulu satu titik dengan kategori tingkat kepercayaan menengah.
Meski terdapat hotspot, BMKG menyebut potensi kebakaran hutan dan lahan secara umum masih berada dalam kategori aman.
Hujan Ringan hingga Sedang Terpantau di Sejumlah Daerah
Analisis curah hujan menggunakan data GSMaP menunjukkan hujan ringan terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, meliputi Kabupaten Sintang, Melawi, Ketapang, Sambas, Sanggau, Sekadau, Bengkayang, Kubu Raya, hingga Kapuas Hulu.
Sementara hujan dengan intensitas sedang terpantau terjadi di sebagian wilayah Sintang dan Kapuas Hulu.
Untuk kualitas udara, BMKG menyebut kondisi udara di sejumlah titik pengamatan masih berada dalam kategori baik berdasarkan konsentrasi PM2.5.
Jarak pandang di sebagian besar wilayah juga dilaporkan berada di atas satu kilometer. Namun, penurunan jarak pandang sempat terjadi di wilayah Sintang akibat hujan.
Halaman:








