Kapuas7.Net, Pontianak, Kalbar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi pada 16 hingga 21 April 2026.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada periode 17 hingga 19 April 2026.
Imbauan tersebut disampaikan dalam laporan analisis dan prospek cuaca Kalimantan Barat yang diperbarui pada 16 April 2026 pukul 07.00 WIB.
Hotspot Mulai Terdeteksi di Sejumlah Wilayah
Berdasarkan pemantauan satelit pada 15 April 2026, BMKG mencatat adanya sembilan titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat dengan tingkat kepercayaan menengah.
Titik panas tersebut tersebar di Kabupaten Sanggau sebanyak lima titik, Kabupaten Sambas dua titik, dan Kabupaten Landak dua titik.
BMKG menjelaskan, deteksi hotspot dilakukan melalui sensor satelit VIIRS dan MODIS yang mampu mengidentifikasi anomali suhu permukaan. Namun, pengamatan ini dapat dipengaruhi oleh kondisi tutupan awan.
Potensi Hujan dan Cuaca Ekstrem Masih Dominan
Dalam 24 jam terakhir hingga 15 April 2026 pukul 23.00 WIB, sebagian besar wilayah Kalimantan Barat masih diguyur hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat di beberapa lokasi.
BMKG menyebutkan, potensi hujan ekstrem masih mungkin terjadi, meski bersifat lokal.
Citra satelit pada 16 April 2026 pukul 06.30 WIB menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif di sejumlah wilayah. Awan ini berpotensi berkembang menjadi awan Cumulonimbus yang dapat memicu hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Puncak hujan diperkirakan terjadi pada siang hari, khususnya pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, di sejumlah wilayah seperti Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Pontianak, Singkawang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Sanggau, hingga Sintang.
Karhutla Tetap Mengintai di Tengah Musim Hujan
Di tengah kondisi hujan yang masih terjadi, BMKG tetap mengingatkan adanya potensi karhutla pada 17 hingga 19 April 2026.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kekeringan di beberapa wilayah masih cukup tinggi sehingga berisiko memicu kebakaran lahan.
Halaman:








