Scroll Untuk Lanjut Membaca

BMKG juga mencatat adanya sirkulasi siklonik di wilayah Kalimantan Barat yang berkontribusi terhadap pertumbuhan awan hujan. Sementara itu, angin di ketinggian 3.000 kaki umumnya bertiup dari arah utara hingga barat laut dengan kecepatan 8 hingga 11 knot.

Secara umum, jarak pandang di wilayah Kalimantan Barat masih berada di atas 1.000 meter. Namun, kondisi kabut dan hujan sempat menyebabkan jarak pandang menurun di wilayah Melawi dan Ketapang.

Imbauan dan Antisipasi Masyarakat

BMKG memastikan bahwa kualitas udara di Kalimantan Barat masih berada pada kategori baik, meskipun beberapa wilayah sempat mencatat kategori sedang pada nilai maksimum harian, seperti Mempawah dan Kubu Raya.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Selain itu, masyarakat juga diminta mengantisipasi potensi karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Langkah antisipatif dinilai penting untuk meminimalkan risiko bencana di tengah kondisi cuaca yang dinamis di Kalimantan Barat.***

Halaman:
1 2