Kapuas7.Net, Sintang, Kalbar – Pemerintah Kabupaten Sintang menegaskan komitmennya untuk menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama peningkatan daya saing daerah dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Kurniawan, S.Sos., M.Si., dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam pemaparannya, Kurniawan menjelaskan bahwa RKPD Tahun 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD Kabupaten Sintang 2025–2029 yang difokuskan pada penguatan modal dasar pembangunan daerah.

Tema pembangunan yang diusung untuk tahun 2027 adalah “Pembangunan Infrastruktur yang Merata dan Berkualitas untuk Memperkuat Daya Saing Daerah yang Berkelanjutan.”

Menurut Kurniawan, penekanan pada sektor infrastruktur sangat mendesak mengingat kualitas jalan mantap di Kabupaten Sintang pada tahun 2025 baru mencapai angka 13,13 persen.

β€œIni menjadi perhatian serius kami, karena konektivitas wilayah sangat menentukan pertumbuhan ekonomi, distribusi barang, hingga akses layanan dasar masyarakat,” ujar Kurniawan.

Selain fokus pada jalan dan jembatan, Kurniawan menyebut pemerintah daerah juga memprioritaskan peningkatan akses air bersih, sanitasi, serta penataan kawasan permukiman.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya sistematis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sintang secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Meski fokus pada fisik, Kurniawan mengakui bahwa tantangan pembangunan di Sintang masih cukup kompleks, terutama terkait kualitas sumber daya manusia (SDM).

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sintang memang menunjukkan tren peningkatan, namun angka stunting dan anak putus sekolah dinilai masih tergolong tinggi.

Di sisi ekonomi, pertumbuhan daerah dirasakan masih relatif lambat dengan capaian PDRB per kapita yang masih berada di bawah rata-rata Provinsi Kalimantan Barat.

Halaman:

Halaman:
1 2