Kapuas7.Net, Sintang, Kalbar – Pemerintah Kabupaten Sintang memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah tersebut dalam kondisi aman.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying meskipun sempat terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Sintang.
Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Wiro Pranata, mengatakan antrean yang terlihat di beberapa SPBU lebih disebabkan oleh perilaku konsumen yang membeli BBM dalam jumlah besar secara tiba-tiba karena kekhawatiran akan kelangkaan.
Fenomena ini dikenal sebagai panic buying, yakni perilaku masyarakat yang membeli barang secara berlebihan karena takut stok akan habis atau situasi memburuk.
“Pemerintah Kabupaten Sintang melihat antrean di beberapa SPBU di Kota Sintang. Hal ini lebih disebabkan oleh fenomena panic buying dari masyarakat,” kata Wiro Pranata dalam keterangannya.
Stok BBM di Kalimantan Barat Dipastikan Aman
Wiro menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah melakukan rapat koordinasi dengan pihak Pertamina guna memastikan kondisi pasokan BBM di daerah tetap terjaga.
Berdasarkan penjelasan dari General Manager Pertamina Kalimantan Barat, ketersediaan BBM di seluruh wilayah provinsi tersebut dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Pemprov Kalbar sudah melakukan rapat koordinasi dengan Pertamina. Dari hasil pertemuan itu disampaikan bahwa stok BBM di Kalimantan Barat dalam kondisi aman dan tersedia,” ujar Wiro.
Bahkan, kata dia, Pertamina juga menyatakan kesiapan untuk menambah distribusi BBM ke daerah yang mengalami peningkatan permintaan atau antrean panjang di SPBU.
“Pertamina siap menambah pasokan di wilayah yang membutuhkan sesuai kondisi di lapangan,” lanjutnya.
Dipicu Isu Konflik Internasional
Wiro menilai meningkatnya pembelian BBM secara tiba-tiba tidak terlepas dari beredarnya isu konflik internasional antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan terganggunya pasokan energi.
Selain itu, pemerintah daerah juga tidak menutup kemungkinan adanya pihak tertentu yang mencoba menimbun BBM untuk kepentingan tertentu.
“Antrean yang terjadi lebih banyak dipicu oleh panic buying akibat isu konflik internasional yang beredar di masyarakat. Selain itu, ada kemungkinan juga adanya pihak tertentu yang melakukan penimbunan BBM,” jelasnya.
Pemkab Sintang Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sintang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Wiro menegaskan bahwa pasokan Pertalite dan BBM lainnya di wilayah Sintang masih tersedia dan distribusi terus berjalan normal.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panic buying dan tetap beraktivitas seperti biasa. Pasokan BBM dipastikan aman dan tersedia,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga terus memantau kondisi distribusi BBM di lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa gangguan.***








