Kapuas7.Net, Kapuas Hulu, Kalbar – Sebuah spanduk merah muda bertuliskan “Toko Attaya” yang terpasang di dinding kayu menjadi saksi kehangatan suatu siang di wilayah perbatasan Kapuas Hulu, Jumat (17/7/2026).
Di warung sederhana berlantai papan tersebut, sekat antara aparat keamanan dan masyarakat perbatasan seolah runtuh dalam suasana santai tanpa protokol resmi yang kaku.
Beberapa prajurit TNI berseragam loreng dengan tulisan “1206 Putussibau” dan “Bima Sakti” di punggung mereka tampak duduk santai di bangku panjang kayu.
Di hadapan mereka, sejumlah warga desa dengan pakaian sederhana, sebagian bahkan bertelanjang kaki, duduk berdampingan menikmati angin sepoi-sepoi di selasar warung.
Warung Attaya yang biasanya menjadi tempat warga membeli gas elpiji, melakukan transaksi perbankan, atau sekadar membeli voucher internet, hari itu menjelma menjadi ruang diskusi publik yang penuh kehangatan.
Kehadiran anggota Satgas TMMD ke-129 bukan untuk melakukan pemeriksaan formal, melainkan murni untuk bercengkerama dan mendengar langsung berbagai cerita serta kondisi masyarakat setempat.
Melepas Penat di Lantai Papan Warung Desa
Bagi para prajurit, singgah di warung milik warga seperti Warung Attaya menjadi pelepas penat di tengah padatnya pengerjaan sasaran fisik Program TMMD yang menguras tenaga.
Duduk santai sembari bersandar di tiang-tiang kayu warung menjadi momen untuk berbagi cerita, mulai dari obrolan ringan tentang kehidupan sehari-hari hingga mendengarkan harapan dan keluh kesah masyarakat perbatasan.








