Kapuas7.Net, Kapuas Hulu, Kalbar – Aroma tanah basah berpadu dengan wangi kayu yang baru dipotong menyelimuti salah satu sudut perkampungan di Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (17/7/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di bawah langit siang yang cerah, para prajurit TNI berseragam loreng bersama warga bergotong royong mengangkat dan menegakkan tiang kayu ulin berukuran besar.

Tiang tersebut menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi rumah panggung milik warga melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Perbatasan ke-129 Kodim 1206/Putussibau.

Dengan aba-aba yang kompak, mereka mengerahkan tenaga bersama untuk menempatkan tiang penyangga ke dalam lubang pondasi yang telah dipersiapkan.

Di belakang mereka berdiri rumah panggung berbahan kayu, salah satu bentuk hunian yang umum dijumpai di wilayah pedalaman Kapuas Hulu.

Bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya di kawasan perbatasan, rumah panggung bukan sekadar warisan budaya.

Desain bangunan yang ditopang tiang-tiang kayu merupakan bentuk adaptasi terhadap kondisi geografis yang lembap serta potensi luapan sungai pada musim hujan.

Konstruksi tersebut membuat lantai rumah tetap aman dari genangan air sekaligus menjaga sirkulasi udara di bawah bangunan.

Meremajakan Atap Seng dan Pondasi Kayu yang Lapuk

Seiring bertambahnya usia bangunan, banyak rumah panggung milik warga kurang mampu mengalami kerusakan.

Tiang penyangga yang terus tertanam di dalam tanah mulai lapuk dan kehilangan kekuatannya.

Di sisi lain, atap seng yang telah berusia puluhan tahun mengalami karat dan kebocoran sehingga mengurangi kenyamanan penghuni.

Halaman:
1 2 3