Dampak langsung dari kelangkaan buatan ini dirasakan oleh kelompok masyarakat yang benar-benar berhak menerima subsidi, terutama para nelayan tradisional dan pelaku usaha mikro yang terhambat untuk melaut atau berproduksi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Informasi yang digali di lapangan juga mengerucut pada satu nama yang diduga kuat menjadi aktor utama di balik kendali peredaran solar ilegal di kawasan tersebut, yakni seorang pria yang akrab disapa A*i J*k.

Sosok A*i J*k sendiri dikenal luas oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Suhaid sebagai figur yang ditengarai memiliki akses kuat dalam mengorganisasi pergerakan pasokan minyak bersubsidi tersebut.

Guna memastikan keberimbangan berita, tim media langsung melakukan upaya konfirmasi kepada AJ melalui jaringan komunikasi pesan singkat WhatsApp pada Selasa, enam belas Juni dua ribu dua puluh enam.

Saat dikonfirmasi, AJ tidak menampik bahwa armada perahu dan drum-drum yang terdokumentasi dalam rekaman video serta foto lapangan tersebut adalah benar merupakan miliknya pribadi.

Kendati demikian, ia melayangkan alibi pembelaan diri dengan menyatakan bahwa drum-drum besar tersebut sejatinya dipergunakan untuk keperluan merapikan pondasi rakit terapung atau lanting miliknya.

Ia berdalih mendapatkan wadah drum tersebut dari bantuan seorang rekannya, dan mengklaim bahwa cairan yang berada di dalam perahu hanyalah sisa minyak dari sisa aktivitas pekerjaan pribadinya di sungai.

Meskipun terduga pelaku telah menyampaikan pembelaan diri, gelombang desakan dari elemen masyarakat Suhaid agar kepolisian turun tangan melakukan tindakan hukum secara tegas tetap mengalir deras.

Halaman:
1 2 3