Keterbatasan finansial daerah memaksa pemda untuk lebih agresif membuka jalur komunikasi dan lobi anggaran lintas sektor dengan level pemerintahan yang lebih tinggi.
Menyinggung aksi protes dan tuntutan yang sempat disuarakan oleh masyarakat Ketungau Hilir beberapa waktu lalu, Bupati mengonfirmasi bahwa langkah taktis telah diambil guna mengurai kebuntuan.
Pemkab Sintang telah menjembatani jalur komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) dan jajaran Anggota DPRD Provinsi Kalbar.
Hasil dari lobi lintas instansi tersebut kini mulai membuahkan hasil nyata di mana pengerjaan fisik perbaikan jalan di koridor Ketungau Hilir sudah mulai berjalan di lapangan.
Sebagai penutup, Bupati Sintang memberikan teguran sekaligus peringatan keras kepada seluruh manajemen perusahaan kelapa sawit maupun sektor komoditas lainnya yang beroperasi di wilayah tersebut.
Korporasi dituntut memiliki sensitivitas sosial yang tinggi terhadap kerusakan jalan akses yang saban hari mereka gunakan untuk operasional bisnis, tanpa harus menunggu eskalasi konflik atau demonstrasi dari warga lokal.
“Saya mengajak perusahaan yang ada untuk peduli dengan masalah jalan yang ada. Jangan menunggu masyarakat demo baru dibantu. Yang bisa dibantu, ya dibantu saja,” pungkas Gregorius Herkulanus Bala secara lugas.***








