Berdasarkan data teknis lapangan, kuantitas debit air dari sumber yang ada saat ini dipastikan sangat melimpah dan tidak memiliki kendala pasokan.
Kunci keberlanjutan proyek ini kini berada pada perluasan distribusi ke wilayah rukun tetangga (RT) maupun dusun-dusun sekitar yang hingga kini masih belum teraliri air bersih sama sekali.
“Kalau saling membantu dan bekerja sama, saya rasa untuk menyambung pipa ke wilayah yang belum menikmati air bersih pasti bisa. Kepada perusahaan yang ada di sekitar wilayah ini, pesan saya, bantu masyarakat di sini dengan rasa bangga dan bahagia. Anggap saja sebagai sebuah pelayanan dan mendukung program pemerintah,” ujar Gregorius Herkulanus Bala secara direktif.
Bupati mengingatkan bahwa efektivitas tata kelola pemeliharaan di Desa Setungkup akan menjadi parameter utama bagi pemerintah daerah sebelum mengucurkan bantuan modal lanjutan.
Ia menegaskan, jika masyarakat mampu merawat fasilitas yang ada dengan baik, pemerintah tidak akan ragu mengalokasikan anggaran intervensi untuk memperluas jaringan pipa ke dusun berikutnya.
Sebaliknya, kelalaian dalam merawat infrastruktur yang sudah terpasang akan menjadi catatan keberatan bagi pemda.
Sentil Keterbatasan APBD Sintang dan Desak Korporasi Rawat Akses Jalan
Di hadapan para tamu undangan dan perwakilan manajemen swasta, Gregorius Herkulanus Bala juga memanfaatkan momentum ini untuk berbicara jujur mengenai potret riil kapasitas fiskal daerah.
Secara terbuka ia mengakui bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sintang memiliki keterbatasan yang sangat signifikan untuk mendanai pemeliharaan seluruh fasilitas umum, terutama infrastruktur jalan di Ketungau Hilir.








