Kapuas7.Net, Pontianak, Kalbar— Polemik yang mencuat dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat masih menjadi perhatian luas masyarakat.
Setelah video jalannya perlombaan tersebar di media sosial, berbagai tanggapan bermunculan, terutama terkait keputusan dewan juri dan respons pembawa acara saat peserta menyampaikan keberatan.
Sorotan publik salah satunya mengarah kepada pembawa acara, Shindy Lutfiana.
Nama tersebut ramai diperbincangkan usai potongan video dari arena lomba viral di berbagai platform digital.
Dalam cuplikan yang beredar, peserta dari SMAN 1 Pontianak terlihat meminta penjelasan atas hasil penilaian dewan juri terhadap jawaban yang disampaikan timnya.
Situasi memanas ketika peserta merasa jawaban yang mereka berikan memiliki substansi yang sama dengan peserta lain, namun memperoleh hasil penilaian berbeda.
Di tengah situasi itu, Shindy mencoba menenangkan forum dengan menyampaikan pernyataan yang kemudian memicu kritik dari publik.
“Baik adik-adik, keputusan ada di dewan juri karena dewan juri yang hadir hari ini merupakan orang-orang yang berkompeten dan teliti dalam mendengar jawaban peserta. Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja, nanti bisa dilihat kembali melalui tayangan ulang,” ucapnya dalam video yang beredar.
Ucapan tersebut langsung menuai respons dari warganet. Banyak pihak menilai pilihan kata yang digunakan kurang tepat, terlebih disampaikan dalam kegiatan edukatif yang melibatkan pelajar.
Setelah polemik berkembang luas, Shindy akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka melalui akun media sosial pribadinya pada Selasa, 12 Mei 2026.
Dalam pernyataannya, Shindy mengakui kalimat yang diucapkannya telah menimbulkan kekecewaan bagi sejumlah pihak.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ucapan saya, terutama pada kalimat ‘mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja’, yang memang tidak sepatutnya saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai pembawa acara,” tulisnya.
Halaman:








