Kapuas7.Net, Pontianak, Kalbar – BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Kalimantan Barat mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang diprakirakan melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Barat pada 21 hingga 25 Mei 2026.
Selain ancaman cuaca ekstrem, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalbar pada periode 24 sampai 27 Mei 2026.
Melalui analisis dinamika atmosfer terbaru per 21 Mei 2026 pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat kondisi atmosfer di wilayah Kalbar masih mendukung pertumbuhan awan hujan secara intensif.
Berdasarkan data BMKG, aliran massa udara di Kalimantan Barat umumnya bergerak dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 5 sampai 25 knot.
Selain itu, terpantau adanya pola belokan angin atau shearline dan daerah konvergensi di sekitar wilayah Kalbar yang berpotensi memicu pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan lebat.
Kondisi tersebut diperkuat dengan nilai indeks labilitas udara yang berada pada kategori sedang hingga kuat dengan K-Index berkisar 32 hingga 38 dan Lifted Index minus 3 sampai minus 6.
“Hal ini mengindikasikan potensi pertumbuhan awan konvektif Cumulonimbus masih sangat intensif di sebagian besar wilayah Kalbar,” tulis BMKG dalam keterangannya secara infografis di postingan threads.
Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Kalbar hingga 25 Mei 2026.








