Pada Kamis, 21 Mei 2026, wilayah yang berpotensi terdampak hujan lebat meliputi Kabupaten Kubu Raya, Pontianak, Mempawah, Landak, Bengkayang, Singkawang, Sambas, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sementara pada Jumat, 22 Mei 2026, potensi hujan lebat diprakirakan terjadi di Mempawah, Landak, Bengkayang, Singkawang, Sambas, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.

Cuaca ekstrem juga diprediksi meluas pada Sabtu hingga Minggu, 23-24 Mei 2026, termasuk di wilayah Kayong Utara dan Ketapang.

BMKG menyebut intensitas hujan diperkirakan mulai menurun pada 26 hingga 27 Mei 2026 dengan kondisi cuaca dominan berawan hingga hujan ringan lokal.

Waspada Banjir hingga Pohon Tumbang

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak hidrometeorologi yang dapat ditimbulkan akibat hujan lebat.

Potensi bencana yang perlu diantisipasi antara lain banjir, genangan perkotaan, tanah longsor, pohon tumbang, hingga penurunan jarak pandang akibat hujan deras mendadak.

Masyarakat juga diminta segera mencari tempat aman apabila mendengar suara guntur atau melihat aktivitas petir yang intens.

Selain itu, BMKG mulai mengingatkan ancaman karhutla yang diprakirakan meningkat pada 24 hingga 27 Mei 2026, terutama di wilayah selatan dan pesisir Kalbar seperti Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Wilayah tersebut diprediksi memasuki kategori sangat mudah terbakar seiring mulai berkurangnya intensitas hujan.

“Masyarakat diimbau tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar pada periode ini,” tulis BMKG.

Halaman:
1 2 3