Kapuas7.Net, Sintang, Kalbar β Layanan darurat 110 milik kepolisian kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai penghubung dalam situasi darurat kemanusiaan.
Kali ini, layanan tersebut membantu sebuah keluarga yang terpisah jarak ratusan kilometer, dari Flores, Nusa Tenggara Timur hingga ke Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Peristiwa ini bermula saat petugas piket layanan 110 Polres Sintang menerima sambungan dari Polres Badung, Polda Bali.
Informasi yang diteruskan berkaitan dengan seorang warga asal Flores yang berupaya mencari kabar keluarganya di wilayah Ambalau.
Di ujung sambungan, seorang ibu terdengar menyampaikan keresahan.
Ia berusaha memastikan kondisi anggota keluarganya yang berada jauh di perantauan, sekaligus meminta bantuan karena tidak mengetahui pihak yang bisa dihubungi.
Petugas kemudian melakukan penelusuran dan koordinasi lintas wilayah.
Hasilnya, diperoleh informasi bahwa anggota keluarga yang dicari tersebut telah meninggal dunia akibat sakit dan sempat dirawat di Puskesmas Kemangai, Kecamatan Ambalau.
Informasi tersebut menjadi kabar duka yang harus disampaikan dengan pendekatan empati.
Namun, upaya petugas tidak berhenti pada penyampaian informasi.
Polres Sintang segera berkoordinasi dengan jajaran di tingkat wilayah, termasuk Kapolsek Ambalau, guna membantu penanganan jenazah hingga proses lanjutan yang dibutuhkan pihak keluarga.
Dalam kondisi keterbatasan akses komunikasi di wilayah pedalaman seperti Ambalau, kehadiran layanan 110 menjadi krusial.
Halaman:








