Kapuas7.Net , Singkawang – Komandan Korem (Danrem) 121/Alambhana Wanawwai Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., menghadiri pembukaan Festival Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (3/3/2026). Ia hadir bersama Ketua Persit KCK Koorcab Rem 121 PD XII/Tanjungpura, Ny. Deby Purnomosidi.
Perayaan budaya yang menjadi agenda wisata nasional tersebut dipusatkan di Jalan Firdaus, tepat di depan Kantor Wali Kota Singkawang. Pembukaan festival dilakukan secara resmi oleh Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto yang ditandai dengan pemukulan loku serta pelepasan parade Tatung, atraksi budaya yang selalu menjadi daya tarik utama dalam Festival Cap Go Meh.
Festival Cap Go Meh Singkawang dikenal luas sebagai salah satu perayaan budaya terbesar di Indonesia. Tradisi parade Tatung yang sarat nilai budaya dan spiritual menjadi simbol keberanian sekaligus wujud akulturasi budaya yang telah berlangsung lama di Kota Singkawang, yang dijuluki sebagai Kota Seribu Kelenteng.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Singkawang dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan festival budaya berskala besar tersebut.
Menurutnya, Festival Cap Go Meh tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai toleransi, kebersamaan, serta keharmonisan masyarakat di Kalimantan Barat.
“Festival Cap Go Meh 2026 menjadi gambaran nyata dari tema yang diangkat yaitu Simbol Harmoni dan Keberagaman. Kita bisa melihat bagaimana seluruh elemen masyarakat bersatu dalam suasana penuh kegembiraan. Hal ini merupakan kekayaan bangsa yang harus terus dijaga,” ujar Danrem.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya rangkaian festival dengan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi serta menghormati satu sama lain.
Menurutnya, kerja sama antara masyarakat dengan aparat TNI-Polri sangat penting untuk menciptakan situasi yang aman dan nyaman, terutama bagi para wisatawan yang datang dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
“Marilah kita tunjukkan kepada dunia bahwa predikat Kota Tertoleran bukan sekadar sebutan, tetapi benar-benar menjadi jati diri masyarakat Singkawang. Nikmati festival ini dengan penuh kegembiraan, namun tetap menjaga ketertiban bersama,” pungkasnya.
Perayaan Cap Go Meh tahun 2026 diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya pengunjung yang datang untuk menyaksikan parade Tatung, sebuah tradisi budaya yang menjadi ikon wisata sekaligus simbol keberagaman di Bumi Khatulistiwa.








