Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya rangkaian festival dengan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi serta menghormati satu sama lain.
Menurutnya, kerja sama antara masyarakat dengan aparat TNI-Polri sangat penting untuk menciptakan situasi yang aman dan nyaman, terutama bagi para wisatawan yang datang dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
“Marilah kita tunjukkan kepada dunia bahwa predikat Kota Tertoleran bukan sekadar sebutan, tetapi benar-benar menjadi jati diri masyarakat Singkawang. Nikmati festival ini dengan penuh kegembiraan, namun tetap menjaga ketertiban bersama,” pungkasnya.
Perayaan Cap Go Meh tahun 2026 diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya pengunjung yang datang untuk menyaksikan parade Tatung, sebuah tradisi budaya yang menjadi ikon wisata sekaligus simbol keberagaman di Bumi Khatulistiwa.








